HARIANEXPRESS, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 0,25 persen ke posisi 6.619,67 pada Senin (07/09/2026) sore akibat pengaruh sentimen global dan domestik.
Pelemahan indeks sebesar 16,81 poin ini diikuti oleh turunnya indeks LQ45 sebesar 0,18 persen ke level 656,42. Transaksi perdagangan saham hari ini mencapai nilai Rp13,62 triliun dengan frekuensi sebanyak 2.119.000 kali.
Menurut data pasar, pelemahan bursa regional dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang mengganggu jalur logistik maritim di Selat Hormuz. Selain itu, kuatnya data Nonfarm Payrolls Amerika Serikat memicu ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve pada September 2026.
“Mengawali pekan ini, pergerakan IHSG dipengaruhi dari sentimen eksternal dan internal,” ujar Maximilianus Nico Demus (Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas) di Jakarta, Senin, 7 September 2026.
Dari dalam negeri, investor juga mencermati kekhawatiran terkait dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap sektor transportasi. Namun, Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2026 meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS.
Di tengah melemahnya indeks, saham sektor properti seperti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) tetap menunjukkan kinerja yang mengungguli sektornya. Saham BSDE ditutup naik 0,75 persen ke level Rp670 dengan kenaikan kinerja mencapai 14,53 persen dalam 20 hari.
Potensi pertumbuhan properti ini tecermin pula dari pesatnya pembangunan proyek infrastruktur di Sumatera Utara. Tol Trans Sumatera sepanjang 61,8 kilometer terbukti mendorong kenaikan nilai lahan secara signifikan di kawasan sekitar Bandara Internasional Kualanamu.
Harga tanah di wilayah Deli Serdang yang awalnya berkisar Rp1 juta melonjak hingga Rp5 juta per meter persegi di dekat bandara. Kenaikan drastis hingga 500 persen ini memberikan dampak positif bagi pengembangan kawasan perumahan kelas menengah dan subsidi.
Selain BSDE, Tim Analis Bareksa juga memberikan rekomendasi beli spekulatif untuk saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) dan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES). DSNG ditutup pada harga Rp1.640, sedangkan ACES berada di posisi Rp358.


