ENGLISHEN
Tol Getaci Gagal Lelang, Ini Alasannya
Home Headline Tol Getaci Gagal Lelang, Ini Alasannya

Tol Getaci Gagal Lelang, Ini Alasannya

Proyek Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) dua kali gagal lelang akibat minimnya minat investor. Menteri PU ungkap biang kerok utamany

Share

Properti HarianExpressProyek Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) yang digadang-gadang menjadi salah satu infrastruktur jalan tol paling ambisius di Indonesia dengan panjang mencapai 206,65 kilometer, menghadapi tantangan serius berupa minimnya minat investor.

Proyek bernilai investasi Rp 56,2 triliun ini tercatat telah dua kali gagal lelang.

Awalnya, pada tahun 2022, konsorsium PT Jasamarga Gedebage Cilacap (JGC) telah ditetapkan sebagai pelaksana.

Namun, konsorsium tersebut gagal mencapai kesepakatan pembiayaan atau financial close, yang menyebabkan kontrak menjadi gugur dan proyek kembali ke tahap awal.

Dalam proses lelang ulang, dua konsorsium besar lainnya juga tidak berhasil lolos tahap kualifikasi.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa alasan utama di balik lesunya minat investor adalah potensi lalu lintas kendaraan yang dianggap belum cukup menjanjikan.

penyebab-tol-getaci-gagal-lelang-3

“Biasanya kalau satu proyek yang kita tawarkan itu tidak banyak minatnya, ya biasanya karena trafiknya kurang,” ujarnya.

Tol Getaci dirancang sebagai jalur strategis yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah, melintasi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Garut, Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Ciamis, hingga berakhir di Cilacap. Infrastruktur ini juga dirancang memiliki 10 simpang susun dengan masa konsesi selama 40 tahun.

Namun, besarnya kebutuhan investasi sebesar Rp 56,2 triliun menjadi tantangan tersendiri, terutama di tengah kondisi likuiditas perbankan yang semakin selektif dalam menyalurkan pembiayaan proyek infrastruktur. Selain persoalan finansial, kritik juga menyentuh aspek prioritas kebijakan.

penyebab-tol-getaci-gagal-lelang

Pemerintah kini dihadapkan pada dilema untuk melanjutkan proyek dengan suntikan dana tambahan atau mengalihkan anggaran ke kebutuhan lain yang lebih mendesak, seperti penanganan banjir di wilayah industri padat seperti Karawang dan Bekasi.

“Apakah lebih baik kita chip in di Getaci atau kita percepat konstruksi Bendungan Cibeet dan Cijurey supaya Karawang dan Bekasi itu tidak banjir lagi ke depannya?” tutur Dody.

Nasib Tol Getaci terkini masih belum jelas dan masih menunggu lelang ulang yang akan dilakukan Kementerian PU.

Share
Related Articles
Strategi Adhi Commuter (ADCP) Jaga Bisnis Properti Usai Lolos Gugatan PKPU
Properti

Strategi Adhi Commuter (ADCP) Jaga Bisnis Properti Usai Lolos Gugatan PKPU

PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) berhasil lolos dari gugatan PKPU. Perusahaan...

8 Dokumen Legalitas yang Wajib Dicek Teliti Sebelum Setuju Membeli Tanah Kavling atau Rumah Bekas
Properti

8 Dokumen Legalitas yang Wajib Dicek Teliti Sebelum Setuju Membeli Tanah Kavling atau Rumah Bekas

Membeli properti seperti tanah kavling atau rumah bekas memerlukan ketelitian. Pastikan transaksi...

9 Strategi Jitu Memulai Bisnis Kos-Kosan Eksekutif untuk Raih Passive Income
Properti

9 Strategi Jitu Memulai Bisnis Kos-Kosan Eksekutif untuk Raih Passive Income

Temukan 9 strategi efektif untuk memulai bisnis kos-kosan eksekutif dan raih passive...

10 Inspirasi Desain Interior ‘Rumah Tumbuh’ Minimalis yang Sangat Cocok Dibangun di Lahan Sempit
Desain InteriorProperti

10 Inspirasi Desain Interior ‘Rumah Tumbuh’ Minimalis yang Sangat Cocok Dibangun di Lahan Sempit

Temukan 10 inspirasi desain interior 'rumah tumbuh' minimalis yang inovatif dan fungsional,...


DMCA.com Protection Status

Kanal

© 2019 - 2026 | PT. Express Persada Linuhung. All Right Reserved